Minggu, 24 Januari 2016

proposal keripik kentang gurih

I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang memiliki kesuburan tanah yang sangat tinggi. Hal ini nampak pada hasil tanaman umbi-umbian, salah satunya yaitu kentang. Tanaman ini mempunyai kadar karbohidrat yang tinggi dan pada umumnya tahan terhadap suhu tinggi.
Kentang (Solanum tuberosum) tergolong bahan makanan yang kaya nutrisi dan semakin meningkat kebutuhannya. Beberapa manfaat tanaman kentang antara lain: sebagai bahan diversifikasi pangan non beras yang bernilai gizi tinggi, tanaman cepat menghasilkan (cash crop)bagi petani, komoditas ekspor non-migas, bahan dasar industri pangan dan tekstil, serta bahan makanan fast-food yang menjamur di kota-kota besar.
Makanan ringan atau snack telah berkembang dengan pesat baik jenisnya, cita rasa maupun kemasannya. Salah satu jenis makanan ringan yang cukup berhasil di pasaran adalah keripik. Produk makanan ringan dalam perkembangannya dapat diproduksi dari berbagai macam bahan baku diantaranya makanan ringan berbahan baku kentang.
Keripik merupakan salah satu makanan ringan favorit yang pastinya disukai oleh banyak orang. Selain enak, pembuatan keripik ini tergolong mudah, sehingga banyak orang yang menyukainya bahkan menjadikannya peluang bisnis yang memiliki omset penjualan cukup tinggi. Pembuatan keripik saat ini masih terbatas pada usaha kecil atau industri rumah tangga dengan ditujukan untuk pasaran lokal. Pada umumnya dipasarkan melalui pedagang perantara, warung, toko-toko kecil, penjajah jalanan serta pasar swalayan dengan pengemasan dan cara pengemasan bervariasi tergantung pada sasaran yang dituju. Dengan makin baiknya pengolahan dan pengemasan sehingga diperoleh keripik singkong yang bermutu dan terjaga kebersihan, diharapkan pemasaran produk ini dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. 


II
RENCANA BISNIS


2.1 Deskripsi Usaha

            Usaha ini saya dirikan karena melihat adanya sebuah peluang usaha yang sangat besar. Selain itu keripik kentang ini sangat diminati oleh berbagai kalangan dari mulai anak – anak sampai orang dewasa karena digunakan sebagai makanan cemilan. Pengelolaan terhadap usaha ini sudah terbilang mudah dan cepat diterima masyarakat.
            Saya berharap dari usaha saya ini nantinya dapat berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan hidup .
     Produk yang dihasilkan berbentuk keripik yang memiliki ukuran seragam terbuat dari olahan kentang yang diberi bumbu-bumbu serta berbagai macam penunjangnya.
     Bahan – bahan pembuatan keripik kentang gurih:
1) Kentang
2) Minyak goreng
     3) Garam
     4) Perasa

Alat – alat :
1) Penggorengan (wajan)
2) Kompor atau tungku
3) Baskom
4) Pisau
5) Sendok

2. Tempat
Tempat produksi dilaksanakan di rumah Jl. Sanggrahan Kranggan km 02. Lokasi ini dipilih karena lokasinya dekat dengan sarana transportasi, area pemasaran dan pasar sebagai tempat pembelian bahan baku.

3. Proses Produksi
Cara membuat keripik kentang ini yaitu :
1.    Kentang dikupas terlebih dahulu lalu dicuci hingga bersih
2.    Kentang diiris dengan menggunakan slicer (pengiris kentang) lalu direndam dalam air kapur sirih agar kentang keras dan hasilnya lebih renyah. Dapat ditambahkan garam juga pada air rendaman agar lebih gurih.
3.    Goreng kentang hingga matang dan kering, lalu tiriskan. Minyak yang digunakan dalam menggoreng harus merupakan minyak yang baru agar keripik kentang lebih renyah.
4.    Beri perasa agar keripik kentang lebih menarik
5.    Masukkan kentang, campurkan hingga merata dan angkat
6.    Simpan dalam wadah kedap udara.


2.2 Aspek Pemasaran
           
            Kegiatan pemasaran mempunyai peran sangat penting dalam kelancaran suatu usaha. Lancar tidaknya usaha ini selain dilihat dari kualitas produk, juga tergantung dari bagaimana cara kita sebagai produsen memasarkannya dengan strategi yang baik. Dalam usaha ini kami melakukan dua cara pemasaran, yaitu pemasaran langsung dan pemasaran tidak langsung.
            Kegiatan pemasaran langsung, yaitu memasarkan produk secara langsung kepada konsumen tanpa perantara lain. Cara ini dilakukan pada usaha dengan kapasitas yang kecil atau secara skala rumah tangga. Keuntungan memperoleh laba dalam menggunakan jalur pemasaran ini lebih besar daripada pemasaran tidak langsung karena tidak memberikan jasa kepada pengecer atau distributor.
            Kegiatan pemasaran tidak langsung, yaitu memasarkan produk melalui pengecer. Cara ini dilakukan dengan dua strategi pemasaran, pertama memasarankan di tempat-tempat yang stategis, seperti: di tempat-tempat wisata. Kedua,  memasarkan dengan cara menitipkan produk ke tempat mini market.Harga di pasaran sebesar Rp 30.000 per 250 gram.

2.3. Strategi Pengembangan Usaha
Ada beberapa strategi untuk pengembangan usaha yang akan dilaksanakan, yaitu:
a.  Promosi yang menarik dan berkesinambungan.
b. Menciptakan keripik kentang dengan bentuk yang menarik tidak sekedar bulat, seperti   bentuk segitiga, persegi dll.
c. Menjual di beberapa tempat yang ramai, seperti tempat wisata, wilayah kampus, wilayah sekolah, dan supermarket.

III
Analisis Swot

1.    Kekuatan (Strength)
a.Harga Terjangkau
b.Kualitas Terjamin
c. Bahan baku yang mudah didapat
d. Tidak menggunakan bahan pengawet
e. Proses produksinya mudah sehingga tidak mebutuhkan banyak waktu dan tenaga
2. Kelemahan (Weakness)
a. Rasa dan bentuk keripik yang seragam
b.  Management tradisional
c.  Sarana dan prasarana sederhana
3. Peluang (Opportunity)
a.  Pasar yang masih luas
b.  Bahan baku yang mudah didapat
4. Ancaman (Threath)
a.  Munculnya variasi makanan jajanan
b.  Munculnya pesaing baru
c.  Sumberdaya manusia yang masih rendah pendidikan



III
Analisis Biaya


Rincian biaya-biaya yang di keluarkan dalam pengolahan keripik kentang pedas manis untuk 1 (satu) bulan adalah :

               Minyak Goreng 15 ltr                                            Rp   195.000,00  
               Garam halus 10 bks @1.000                                 Rp     10.000,00
               Perasa                                                                     Rp   150.000,00
              Minyak tanah30 liter@Rp 1500/liter                      Rp     60.000,00

                                     Jumlah biaya bahan baku                   Rp   565.000,00            

                  Baskom 3 @ 10.000                                              Rp     30.000,00
                  Pisau 3 @ 10.000                                                   Rp     30.000,00
                  Alat Pengiris Kentang 3@ 500.000                       Rp 1.500.000,00
                  Wajan 2 @150.000                                                 Rp    300.000,00
                  Kompor 2 @ 300.000                                             Rp    600.000,00
                  Sutel (sendok penggoreng) 2 @ 25.000                 Rp      50.000,00
                  Sendok Peniris Minyak 2@Rp 20.000                   Rp       40.000,00
                  Timbangan                                                             Rp    150.000,00
                
                            Jumlah biaya peralatan                            Rp  2.700.000,00  

C.  Biaya Penyusutan Peralatan
       BPP = Jumlah Biaya Peralatan / Umur Ekonomis
                =  Rp  2.700.000 : 12 bulan
              = Rp 225.000,00 (dalam 1 tahun)
  Biaya penyusutan peralatan perbulannya :
Rp 225.000 : 12 = Rp 18.750


D.       Biaya Pengeluaran per Bulan
                  Biaya transportasi dan pemasaran                  Rp    150.000,00
                  Biaya tenaga kerja 2 org @1.000.000            Rp  2.000.000,00 
                                  
                  Jumlah pengeluaran per bulan                  Rp  2.150.000,00


I.     Perhitungan Penerimaan
1.      Produksi
Keripik kentang yang diproduksi adalah 200 bungkus dalam 1 (satu) bulan dengan berat keripik per bungkus ialah 250 gram. Harga per unit produksi ialah Rp 30.000.

2.      Penerimaan
Penerimaan  = Produksi x Harga per unit produksi
                      =    200   x  Rp 30.000
                      = Rp 6.000.000
II.  Biaya Produksi
Berikut jumlah rincian biaya produksi keripik kentang untuk menghasilkan 200 bungkus:
Biaya bahan baku                                                 Rp     565.000,00
Biaya peralatan                                                     Rp  2.700.000,00
Biaya gaji                                                              Rp  2.000.000,00
Biaya transportasi dan pemasaran                        Rp     150.000,00
Biaya Penyusutan Peralatan per bulan                 Rp       18.750,00
       Jumlah                                                          Rp  2.416.500,00



III.   Keuntungan ( Pendapatan )
  Keuntungan  = Penerimaan – Biaya Produksi
                   =  Rp 6.000.000 – Rp    2.416.500,00
                        =  Rp 3.583.500,00

Dari hasil analisis biaya diatas maka keuntungan yang didapatkan untuk memproduksi keripik kentang dlaam periode produksi 1 bulan adalah Rp 3.583.500,00



III
PENUTUP

             Keyakinan dan harapan

            Keyakinan dan harapan saya sebagai pengusaha keripik kentang adalah ingin usaha ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang saya harapkan dan juga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat luas. Selain itu juga saya berharap agar usaha saya ini mendapatkan perhatian dari pemerintah agar setiap kendala yang dihadapi oleh usaha ini dapat ditanggulangi sehingga kedepannya usaha ini dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan dapat bersaing dengan inndustri – industri terkemuka yang ada.


Referensi :http://redemptajelamu.blogspot.co.id/2014/01/proposal-bisnis-usaha-keripik-kentang_3593.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar